5 Contoh Dialog Expressing Sadness

5 Contoh Dialog Expressing Sadness – Expressing sadness adalah ungkapan yang menyatakan kesedihan. Kita bisa menggunakan ungkapan ini untuk mengekspresikan perasaan sedih yang sedang kita rasakan. Dalam bahasa Inggris ada beberapa ungkapan yang bisa anda gunakan untuk mengungkapkan kesedihan.

  • I am sad
  • I am so sad
  • I am feeling blue
  • I was sad to hear…
  • I feel desperate
  • It is so sad
  • I am sad because
  • I am not in the good mood
  • Please, don’t disturb me, I have a trouble
  • I can’t hold my tears
  • dll.

Contoh Dialog Expressing Sadness:

Contoh 1:

Dina: Hy Tyo!

(Hai Tyo!)

Tyo: Hy..

(Hai..)

Dina: You look unwell. What happen?

(Kamu terlihat sedang tidak baik. Ada apa?)

Tyo: My grandmother passed away last night and I can’t see her for the last time because I can’t go to my grandmother’s house. I feel so sad.

(Nenekku meninggal dunia kemarin malam dan aku tidak bisa melihatnya untuk terakhir kali karena aku tidak bisa pergi ke rumah nenekku. Aku merasa sangat sedih.)

Dina: Why you can’t?

(Kenapa kamu tidak bisa?)

Tyo: I have final examination today. I can’t missed it.

(Aku ada ujian akhir hari ini. Aku tidak bisa melewatkannya.)

Dina: Oh I am sorry to hear that. Be strong Tyo.

(Oh aku turut prihatin mendengarnya. Tetap kuat Tyo.)

Tyo: Thanks Dina.

(Terima kasih Dina.)
BACA JUGA:

Contoh 2:

Fita: Ivan, I am so sad today.

(Ivan, aku sangat sedih hari ini.)

Ivan: Why? What happen?

(Kenapa? Apa yang terjadi?)

Fita: My lovely pet died this morning.

(Binatang peliharaan kesayanganku meninggal pagi tadi.)

Ivan: You mean Meong? Your cat?

(Maksudmu Meong? Kucingmu?

Fita: Yes. Meong was sick but I didn’t notice it because I was too busy with my work. I feel guilty.

(Ya. Meong sakit tapi aku tidak menyadarinya karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Saya merasa bersalah.)

Ivan: No Fita. It is not your fault. We never know when death will come. So, don’t feel guilty.

MATERI LAINNYA  Contoh Memulai Percakapan Bahasa Inggris dengan Baik

(Tidak Fita. Itu bukan salahmu. Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan datang. Jadi, jangan merasa bersalah.)

Fita: Thanks Ivan.

(Terima kasih Ivan.)

Ivan: Never mind.

(Sama-sama.)

Contoh 3:

Tika: What happen Susi? Why are you crying?

(Ada apa Susi? Kenapa kamu menangis?)

Susi: My boyfriend just told me that he wanted to break up with me.

(Pacarku baru saja mengatakan bahwa dia ingin putus denganku.)

Tika: What?! Why?

(Apa?! Kenapa?)

Susi: I don’t know. He suddenly come to my house and said that he wanted to break up. He didn’t tell me the reason. It makes me feel so sad.

(Saya tidak tahu. Dia tiba-tiba datang ke rumahku dan berkata bahwa dia ingin putus. Dia tidak memberitahuku alasannya. Itu membuatku sangat sedih.)

Tika: I am sorry Susi. But I am sure you will find a better man someday.

(Aku turut prihatin Susi. Tapi aku yakin kamu akan menemukan laki-laki yang lebih baik suatu hari nanti.)

Contoh 4:

Dion: Hy Rio! You will come to the football match this evening right?

(Hy Rio! Kamu akan datang ke pertandingan bola sore ini kan?)

Rio: I don’t think I can.

(Aku rasa saya tidak bisa.)

Dion: Why? We already rent the field for the match.

(Kenapa? Kita sudah memesan lapangan untuk pertandingannya.)

Rio: I am not in a good mood. I just lost my phone and my wallet. I am confused now.

(Aku sedang dalam kondisi yang tidak bagus. Aku baru saja kehilangan ponsel dan dompet saya. Aku sedang bingung sekarang)

Dion: Oh I am sorry, I don’t know. Do you want me to help you find your phone and your wallet?

(Oh maaf, aku tidak tahu. Apa kamu mau aku membantumu mencari ponsel dan dompetmu?)

Rio: No, thanks. I have search it, but I couldn’t find it anywhere. Please just leave me alone.

(Tidak, terima kasih. Aku sudah mencarinya, tapi aku tidak dapat menemukannya dimanapaun. Tolong tinggalkan saja saya sendiri.)

Dion: Okay then.

(Baiklah kalau begitu.)

Contoh 5:

Hani: Yuri, would you like to join our dance team?

(Yuri, maukah kamu bergabung dengan tim tari kami?)

Yuri: I’d like to but I can’t.

(Aku sangat ingin tapi aku tidak bisa.)

Hani: Why?

(Kenapa?)

Yuri: I am sad to talk about it. My left foot is injured last time I danced. So, I can’t dance now, it needs to be recovered first then I can dance again.

(Aku sedih membicarakan tentang itu. Kaki kiriku cedera terakhir kali aku menari. Jadi, saya tidak bisa menari sekarang, kakiku harus pulih terlebih dahulu baru aku bisa menari lagi.)

Hani: Oh I am sorry.

(Oh maaf.)

Yuri: No problem.

(Tidak apa-apa.)

/* */