Pengertian dan 23 Contoh Kalimat Auxiliary Verbs

Pengertian dan 23 Contoh Kalimat Auxiliary Verbs – Auxiliary verb adalah verb (kata kerja) yang muncul sebelum main verb (kata kerja utama) di dalam suatu kalimat. Tidak seperti main verb, auxiliary verb tidak memiliki arti sendiri. Auxiliary verb terdiri dari primary (be, do, have) dan modal auxiliary verb (can, could, will, would, shall, should, may, might, must, ought to).

Sebuah main verb bisa dilengkapi oleh tiga auxiliary verb yang terdiri dari modal dan satu atau dua auxiliary verb.

Contoh:

  • I have been sleeping for about three hours.

(primary: have, been)

  • The movie has been watched.

(primary: has, been)

  • The students should have studied.

(modal: should, primary: have)

Primary auxiliary verb terdiri dari be, do dan have. Ketiganya juga dapat berfungsi sebagai main verb.

Penggunaan dan Contoh Auxiliary Verb :

A. Be (am, is, are, was, were, be, being, been)

  • Auxiliary verb ‘be’ dapat digunakan untuk membentuk kalimat present continuous atau past continuous tense. Jika ditambahkan modal ‘will’ maka akan membentuk future continuous.

Contoh:

  1. I am reading a novel. (present continuous)

(Saya sedang membaca sebuah novel)

  1. She was cooking at this time yesterday. (past continuous)

(Dia sedang memasak pada jam ini kemarin.)

  1. The movie will be starting at 8 p.m tomorrow. (future continuous)

(Filmnya akan dimulai pada jam 8 malam besok.)

  • Be’ yang disandingkan dengan auxiliary verb ‘have’ membentuk present atau past perfect continuous tense. Jika ditambahkan modal ‘will’ maka akan membentuk future perfect continuous.

Contoh:

  1. He has been sleeping for two hours. (present perfect continuous)

(Dia sudah tidur selama kurang lebih dua jam.)

  1. You will have been riding for about four hours. (future perfect continuous)

(Kamu akan telah berkendara selama kurang lebih empat jam.)

  • Be’ dapat digunakan untuk membentuk kalimat pasif (passive).

Contoh:

  1. The book is being read by me.

(Buku tersebut sedang dibaca oleh saya.)

  1. The guitar is played by my brother.

(Gitar itu sedang dimainkan oleh kakak saya.)

 

MATERI LAINNYA  Daftar dan Contoh Kalimat Common Intransitive Verbs

B. Do, Does, Did

  • Do’ digunakan untuk memberikan penekanan pada kalimat indicative, imperative, dan adverb of frequency.

Contoh:

  1. I do love you.

(Saya mencintai kamu.)

  1. Do close the window.

(Tutup jendelanya.)

  1. He seldom does clean his bedroom.

(Dia jarang membersihkan kamarnya.)

  • Do untuk mengajukan pertanyaan.

Contoh:

  1. You love me, don’t you?

(Kamu mencintaiku, iya kan?)

  1. Do you love me?

(Apakah kamu mencintaiku?)

  1. Where did you go yesterday?

(Kemana kamu pergi kemarin?)

  • Jika disandingkan dengan ‘not’ maka akan membentuk kalimat negative.

Contoh:

  1. She does not like you.

(Dia tidak menyukaimu.)

  1. I do not know him.

(Saya tidak mengenalnya.)

  • Do’ untuk membuat short answer (jawaban pendek).

Contoh:

  1. Yes, I do.

(Ya, saya bersedia.)

  1. Yes, he does.

(Ya, dia bersedia.)

  • Do’ disandingkan dengan ‘so’ dan ‘neither’ untuk menyatakan persamaan dan perbedaan.

Contoh:

  1. Rina loves dancing and so do I.

(Rina suka menari begitu pula saya.)

  1. She doesn’t want to meet him; neither do I.

(Dia tidak ingin bertemu senganmu, saya juga.)

 

C. Have, Has Had

  • Have’ digunakan untuk membentuk perfect tense.

Contoh:

  1. I had already finished my homework by the time you came to my house.

(Saya sudah menyelesaikan PR saya saat kamu datang kerumah saya.)

  • Have’ yang dikombinasikan dengan modal berfungsi untuk menyatakan kemungkinan.

Contoh:

  1. She may have read my message.

(Dia mungkin sudah membaca pesan saya.)