Penggunaan dan Contoh Will dan Be Going To dalam Bahasa Inggris

Penggunaan dan Contoh Will dan Be Going To dalam Bahasa Inggris – Kata-kata will dan be going to sudah seringkali kita gunakan dalam membuat sebuah rencana dalam bahasa Inggris. Tetapi, sebagian besar orang lebih memilih menggunakan kata will daripada be going to untuk mengungkapkan sebuah rencana. Padahal, will dan be going to mempunyai arti yang sama. Lalu, apakah yang membedakan di antara keduanya? Berikut ini adalah contoh penggunaan will dan be going to untuk membedakan antara keduanya:

Penggunaan Going to

1. To express a prediction – either Will or Be Going to is used:
Untuk mengungkapkan sebuah rencana atau ramalan, kita biasanya menggunakan Will atau Be Going To.

Contoh Will atau Going to:

a. According to the weather report, it will be cloudy tomorrow. (Berdasarkan laporan cuaca, cuaca akan berawan besok)
b. According to the weather report, it is going to be cloudy tomorrow. (berdasarkan laporan cuaca, cuaca akan berawan besok)
c. Be careful! You’ll hurt yourself! (Hati-hati! Kamu akan melukai dirimu)
d. Watch out! You’re going to hurt yourself! (Hati-hati! Kamu akan melukai dirimu)

Ketika seseorang membuat sebuah rencana atau ramalan atau sebuah pernyataan tentang sesuatu, dia berpikir bahwa hal itu akan benar terjadi atau akan terjadi pada waktu mendatang. Baik will maupun be going to adalah sebuah kemungkinan. Tidak ada perbedaan arti dari kalimat (a) dan (b) begitu pula dengan kalimat (c) dan (d).

2. To express a prior plan – only be going to is used:
Untuk mengungkapkan sebuah rencana yang lebih utama atau lebih dulu, kita hanya menggunakan be going to.
Contohnya:
a. Biru : Why did you buy this paint? (mengapa kamu membeli cat ini?)
Ungu : I’m going to paint my bedroom tomorrow. (aku akan mengecat kamarku besok)

b. I talked to Bob yesterday. He is tired of taking the bus to work. He’s going to buy a car. That’s what he told me. (aku berbicara dengan Bob kemarin. Dia lelah menggunakan bis untuk bekerja. Dia akan membeli mobil. Itulah yang dia ceritakan kepadaku)


Ketika seseorang mengungkapkan sebuah rencana yang lebih utama ia lakukan/kerjakan, maka kata yang digunakan adalah be going to bukan will. Pada percakapan (a) Ungu telah membuat sebuah rencana utama. Dia memutuskan untuk mengecat kamarnya minggu lalu. Dia berniat untuk mengecat kamarnya besok. Sedangkan pada kalimat (b) pembicara mengetahui perhatian Bob untuk membeli mobil. Bob akhirnya membuat keputusan dan dia berniat untuk membelinya di masa mendatang. Penggunaan will tidak sesuai untuk kalimat (a) dan (b).

MATERI LAINNYA  Contoh Kalimat Perintah untuk Meminta dengan Sopan dalam Bahasa Inggris

3. To express willingness – only will is used:
Untuk mengungkapkan sebuah keinginan atau kesediaan, maka hanya will yang digunakan bukan be going to.

Contohnya:
a. Ungu : The phone’s ringing. (telepon sedang berbunyi)
Biru : I’ll get it. (aku akan menjawabnya)
b. Ungu : I don’t understand this problem. (aku tidak paham masalah ini)
Biru : Ask your teacher about it. She’ll help you. (Bertanyalah kepada gurumu tentang hal itu. Dia akan membantumu)

Pada percakapan (a) Biru memiliki keinginan untuk menjawab telepon atau bersedia menjawab telepon. Tidak ada rencana sebelumnya untuk menjawab telepon. Dia hanya mempunyai keinginan (willingness) untuk menjawabnya. Maka, will digunakan untuk menunjukkan keinginannya.Sedangkan percakapan (b) Biru merasa yakin bahwa gurunya bersedia untuk membantunya. Maka, be going to tidak sesuai atau cocok untuk kalimat (a) dan (b).

Maka, kita dapat menyimpulkan bahwa will dan be going to adalah sebuah ungkapan sebuah kemungkinan yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi atau bisa dikatakan juga sebuah rencana. Sedangkan perbedaannya adalah be going to digunakan untuk sesuatu yang lebih utama atau lebih dulu direncanakan dan will digunakan untuk sesuatu yang sudah pasti akan dilakukan bukan hanya sebuah rencana tetapi pasti akan dilakukan.