Perbedaan dan Contoh Kalimat antara Bridal dan Bridle

Perbedaan dan Contoh Kalimat antara Bridal dan Bridle

Perbedaan dan Contoh Kalimat antara Bridal dan Bridle – Bridal dan Bridle memang terdengar mirip dalam pengucapannya. Namun kedua kata ini memiliki arti yang berbeda. Bridal merupakan sebuah kata sifat (adjective) yang memiliki arti ‘berhubungan dengan pengantin wanita/ pernikahan’ dimana posisinya berada sebelum kata benda (noun).

Sedangkan bridle bisa berfungsi sebagai kata benda (noun) atau kata kerja (verb). Sebagai noun bridle berarti ‘alat untuk mengikat kuda (kekang)’. Sebagai verb yang diikuti objek (transitif) bridle memiliki arti ‘memasang kekang pada kuda atau mengendalikan sesuatu’, sebagai verb yang tidak diikuti objek (intransitif) bridle berarti ‘menunjukkan kemarahan, dendam, kekesalan atau sakit hati.

Contoh Kalimat Bridal dan Bridle :

  • Bridal
  1. She goes to the tailor to fit her bridal dress.

(Dia pergi ke penjahit untuk mengepas gaun pengantinnya.)

  1. I am looking for bridal shoes because I will get married soon.

(Saya mencari sepatu pengantin karena saya akan segera menikah.)

  1. She designed her own bridal gown.

(Dia mendesain gaun pengantin miliknya sendiri.)

  1. I want to have the best designer to make my bridal gown.

(Saya ingin seorang desainer yang hebat yang membuatkan gaun pengantin saya.)

  1. He asked me to go with him to choose my bridal ring.

(Dia meminta saya untuk pergi bersamanya untuk memilih cincin pernikahan)

  1. He chose the bridal gown for me.

(Dia memilihkan gaun pengentin untuk saya.)

  1. Your bridal ring will be delivered this afternoon.

(Cincin pengentin milik anda akan diantarkan siang ini.)

  • Bridle
  1. He is putting a bridle on the horse.

(Dia sedang memasang kekang pada kuda.)

  1. I don’t know how to put a bridle on a horse.

(Saya tidak tahu bagaimana cara untuk memasang kekang pada kuda.)

  1. Is it hard to put a bridle on a horse for the first time?

(Apakah sulit untuk memasang kekang pada kuda untuk pertama kali?)

  1. Don’t put a bridle to hard on the horses, it could hurt them.

(Jangan memasang kekang terlalu kencang pada kuda, itu bisa menyakiti mereka.)

  1. My father is teaching me how to put a bridle on a horse correctly.

(Ayah saya sedang mengajarkan saya bagaimana cara untuk memasang kekang pada kuda dengan benar.)

  1. He knows well how to put a bridle on a horse.

(Dia tau benar bagaimana cara untuk memasang kekang pada kuda.)

  1. That woman need to learn how to bridle her tongue.

(Wanita itu perlu belajar bagaimana cara untuk menjaga ucapannya.)

  1. She bridled at the suggesstion that she needs to get married soon.

(Dia menunjukkan kekesalannya atas saran bahwa dia harus segera menikah.)

Loading...
MATERI LAINNYA  Pengertian dan 8 Contoh Kalimat Resumptive Modifier